24 July 2011

Pelarian Kecil yang Menyenangkan

Kadang ketika banyak permasalahan bermunculan di waktu yang bersamaan pasti ada rasa ingin berlari sejenak dari permasalahan tersebut. I feel depressed and just wanna runaway. Biasanya saya turuti kemauan saya, runaway. Mungkin karena ketika berada jauh dari permasalahan tersebut, hati lebih tenang dan semuanya akan terlihat lebih jelas, I see the end clearly and I’m ready to move on. Sedikit waktu untuk “pelarian” biasanya bisa menimbulkan dampak yang sangat besar. Saya bisa melihat dunia dari berbagai sisi dan lebih ikhlas menghadapi sesuatu.

Dalam pelarian itu biasanya saya berpikir, berpikir dan berpikir. Saya mencoba melihat sesuatu masalah dari kacamata orang lain. Bagaimana kalau saya ada di posisi dia? Apa salah saya? Pasti saya mempunyai andil dalam permasalahan ini. Mungkin dia salah, tapi apa yang dia rasakan ketika itu, apakah sebenarnya saya juga salah? Banyak pertanyaan yang bermunculan ketika saya melakukan pelarian.

Pelarian 1. Berjalan Kaki dalam jarak tertentu.


Ini mungkin kebiasaan yang aneh. Tapi setiap saya ada masalah, berjalan kaki dalam jarak tempuh yang lumayan jauh akan menengkan saya. Jika emosi ini sedang berada di tingkat atas, walaupun ditawari tebengan pulang, pasti saya akan menolak, lebih baik saya berjalan kaki untuk menenangkan hati. Aneh. Tapi itu salah satu obat penenang saya. Biasanya pertanyaan-pertanyaan di atas muncul dan kadang saya bisa memaafkan kesalahan dan memiirkan jalan keluar ketika berjalan kaki.

Pelarian 2. Jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas sambil mendengarkan musik dan kadang hunting foto.

Jika saya memiliki masalah di rumah (Jakarta), maka saya akan pergi ke halte transjakarta terdekat dari rumah, memasang earphone, naik transjakarta dan turun dimanapun saya inginkan atau jika emosi sudah mereda di tengah perjalanan, saya turun dari bus dan menaiki bus ke arah pulang. Terdengar sangat aneh mungkin. Tapi itu kebiasaan saya. Dulu sebelum ada transjakarta, saya pergi ke terminal pasar minggu dan naik angkot yang saya kenali, yang lewat di depan saya. Entah kenapa, di dalam perjalanan saya selalu mendapatkan, entah inspirasi atau pencerahan.

Pelarian 3. Toko Buku

Toko buku menurut saya pelarian yang menyenangkan. Di toko buku saya bisa baca apa saja yang saya inginkan. Saya bisa melihat sesuatu dari segala sisi, saya bisa merenung, saya bisa tertawa karena membaca buku yang penuh humor, saya juga bisa terinspirasi di dalam toko buku ini. Walaupun saya sebenarnya bukan peminat bacaan yang fanatik, tapi saya suka membaca di waktu luang saya. Banyak kisah-kisah inspiratif yang bisa saya dengar, saya bisa melihat dunia secara keseluruhan dari buku.

Pelarian 4. Coklat dan Es Krim

Dua makanan ini adalah sahabat saya ketika saya mempunyai banyak masalah, makanya ketika saya stress, maka berat badan saya akan naik. Mungkin karena keduanya mempunyai kadar endorphin? Maybe. Tapi keduanya sangat membantu saya melegakan hati dan berpikir lebih jernih.

Pelarian 5. Shalat, Al-Quran dan Allah

Dari semua pelarian, pelarian yang paling ampuh, tidak tertandingi adalah Shalat, Membaca Al-Quran dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Ketika hati ini terlalu sakit, pikiran ini terlalu terkontaminasi, dan otak sudah tidak mampu bergerak mencari jalan keluar, maka pelarian paling indah dan menyenangkan adalah Allah. Dengan menangis tersedu-sedu, memohon ampun kepadaNya, curhat panjang lebar kepadaNya, hati akan luar biasa lega, pikiran akan kembali jernih dan inspirasi dan pencerahan akan jauh lebih banyak daripada toko buku yang ada super lengkap, coklat dan es krim yang super enak, musik yang paling menenangkan dan perjalanan yang menyenangkan. Hanya dengan mengingat bahwa “ Setelah kesulitan akan ada kemudahan” maka semuanya akan terlihat lebih jelas.
Mungkin memang tiada tempat pelarian yang nyaman selain Allah.

No comments:

Post a Comment