25 July 2011

Teringat Papua Barat setahun yang lalu

Wonderful!

Satu kata yang cocok buat menggambarkan liburan keluarga saya setahun yang lalu. Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru yang saya dapat kali ini. Jadi lebih kenal sama sebagian Indonesia yang kadang terlupakan. :D, dapet senengnya dapet juga pengalamannya.

Tadinya cuma mau ke Raja Ampat, perairan terkaya di dunia, yang ada hanya di Indonesia. Kalau kita search di google, Raja Ampat itu indah banget, lautnya yang biru dan bersih, langit yang cerah dan tanpa polusi dan pulau yang hijau dan asri. Selalu ingin pergi ke sana.

Ikut ibu saya dinas, saya akhirnya pergi ke Papua Barat, provinsi dimana kepulauan Raja Ampat berada.

Beberapa teman saya berkata, 'Ngapain ke Papua, iya sih pantainya bagus, lautnya bersih, tapi klo ada orang-orang yang masih memakai koteka dan memanah kamu gimana?' , saya rasa teman saya itu terlalu banyak nonton film barat. hehehe. Nyatanya, suku-suku tersebut hanya ada di pedalaman papua seperti Wamena. Wilayah pesisir Papua sudah banyak berkembang dan mereka bekerja, bertani, berkebun seperti orang-orang di pulau Jawa juga.

Ketika berada di Papua Barat, saya mendapatkan banyak pengalaman yang berharga. Kami berkunjung ke 3 kabupaten, Kabupaten Tambrau, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Dan yang terpikirkan di kepala saya hanya satu kata. Mengenaskan.

Ketika di bawah kaki mereka tersimpan cadangan minyak yang berlimpah, mereka harus berkeliling hanya untuk mendapatkan 5 tong bahan bakar kapal.

Di Sorsapor, ibukota sementara Kabupaten Tambraw, tidak ada sinyal. Hanya ada 1 kapal yang berkeliling 2 minggu sekali untuk membawa kebutuhan mereka. Hanya dapat dicapai melalui laut padahal mereka masih berada di pulau Irian . Perjalannan laut ke sana dari Sorong 3 jam. Memang kabupaten ini sangat terpencil dan menurut saya mengenaskan.  Punya pemndangan yang indah, tapi masih "remote" dan tidak terjamah.

Rencananya ibukotanya akan dipindahkan ke atas gunung. Prosesnya sedang berjalan dan memakan biaya yang sangat besar. Bayangkan saja, untuk mengangkut satu sak semen ke atas gunung saja memerlukan 1 juta rupiah. Berapa uang yang diperlukan untuk satu ibukota? Ibukota yang terletak di pinggir pantai saja sudah sangat mahal, apa lagi di atas gunung yang tidak memiliki akses.

Kabupaten Tambraw adalah kabupaten hasil pemekaran kabupaten sorong. Kabupaten ini menurut pemerintah mempunyai potensi yang besar untuk menghidupi wilayahnya sendiri. Kabupaten Tabraw ini memang mempunyai keunikan. Salah satu bagian dari Kabupaten ini (tidak sempat kami kunjungi karena waktu terbatas) adalah tempat bertelurnya penyu-penyu besar (yang katanya bisa mengangkat 3 orang di punggungnya) pada musim bertelur. Pada saat itu, penyu-penyu tersebut tidak bisa kembali ke laut karena tubuhnya yang sangat besar. beberapa NGO datang ke sana dan memberdayakan masyarakat untuk membantu penyu tersebut untuk kembali ke laut lepas. Wow, ketika mendengar ikut saya ingin sekali datang pada saat musim penyu bertelur.

Dulu, ketika kabupaten ini belum dimekarkan, kabupaten ini sangat terpencil, penduduknya sangat menderita karena sulitnya transportasi dari Tambraw menuju sorong, ibukota dari kabupaten sorong. Sekarang dengan adanya pembangunan jalan darat dari Tambraw menuju Sorong, muncul harapan dari masyarakat setempat tentang kehidupan yang lebih baik.


Setelah dari kabupaten Tambraw, kami pergi ke kabupaten Raja Ampat.

dan saya hanya terpana melihat putihnya pasir di Pulau Kri, beningnya air laut di dermaga, bersihnya udara yang saya hirup. Semuanya bercampur dengan angin yang menenangkan. Karena waktu yang sedikit, kami hanya sempat berkunjung di Pulau itu. Padahal masih banyak pulau-pulau menakjubkan yang ada di sana.
Bapak yang mengantar kami bercerita, di Kepulauan Raja Ampat, kita bisa melihat pulau-pulau karang yang indah. Ada satu spot dimana kita bisa berlayar di antara dua pulau karang tersebut dan melihat anggrek-anggrek bergelantungan di dinding batu karang tersebut. Masih banyak lagi pesona Raja Ampat yang eblum saya lihat. Dalam perjalanan pulang, saya melihat sunset di atas laut, indah nian.


No comments:

Post a Comment